Sabtu, 12 Maret 2011

ANTARA KULIAH DENGAN BERORGANISASI

Perjalanan hidup manusia memang sangatlah berbeda antara satu sama lain, namun yang jelas ada sebuah tujuan dalam setiap perjalanannya, dan pastilah disana ada sebuah rintangan yang mesti dilewati. Demi mencapai manusia seutuhnya, manusia seutuhnya ialah menjadi manusia yang bermartabat serta dapat bermanfaat bagi mahkluk lainnya. Karena pada hakekatnya manusia itu ada dua hal penting yang mesti di jalani yakni sebagai seorang hamba dan seorang kholifah (pemimpin). Dua hal tadi yang seharusnya perlu untuk difahami dan dimengerti.

Sebagai seorang insan beragama baik islam maupun non islam, sudah pasti ia sebagai hamba yang mengakui akan adanya tuhan dan seorang hamba sudah jelas punya tanggung jawab untuk menjalankan segala rutinitas keagamaan layaknya seorang budak terhadap majikannya, namun disini ada perbedaan yang mendasar, yakni hamba mengabdikan dirinya kepada tuhan haruslah didasari sebuah niatan yang yang ihklas serta tulus tanpa ada tendensi apapun, meskipun tuhan sendiri sudah menjanjikan untuk menempatkan ditempat yang istimewa ketika seorang hamba menjalankan setiap perintah serta menjauhi larangannya, taruhlah contoh surga, bagi orang yang taat dan neraka bagi mereka yang ingkar. Karena sebuah perbuatan dilakukan hanya untuk mendapat surga atau takut neraka tanpa mengharap rahmat serta rodlonya maka semua akan sia-sia, bukan berarti kita tidak boleh mengharap surga namun itu diletakkan setelah ada niat serta ketulusan hati dalam setiap menjalankan suatu perbuatan, karena pastilah setiap perbuatan yang dapat memberikan manfaat bagi orang lain akan mendapatkan hikmah yang akan dipetik dikemudian hari dan bila itu di niatkan untuk ibadah maka juga sudah termasuk sebuah ibadah, tidak beda halnya dengan orang yang puasa ataupun sholat serta ibadah lainya, bagi umat islam, agama lain pun juga sama halnya.

Apa bila kita tarik benang merah, bahwa setiap perbuatan yang bermanfaat, bila itu didasari oleh niat yang tulus dan ikhlas maka pastilah mendapatkan balasan yang baik pula. Tiada beda halnya seorang organisatoris kemahasiswaan yang nota bene adalah kaum intelektual. Ketika ia menjalankan tanggung jawab yang diemban sebagai organ kemahasiswaan sudak selayaknya ia harus mampu menata niat ketika aktif dalam salah satu organ kemahasiswaan, karena apabila berprosesnya itu niatannya untuk mendapatkan posisi atau popularitas, maka semuanya tidak akan didapatkan dengan maksimal dan kemanfaatan tidak akan didapat, meskipun cita-cita itu perlu, namun yang perlu ditanamkan awal ialah hanya menginginkan rahmat ilahi robbi, sehingga segala hal yang kita jalankan akan terasa ringan dan ketika apa yang telah kita cita-citakan tidak tercapai maka penyesalan, kekecewaan tidak terlalu tersa. Sehingga mampu untuk menjalani kehidupan berikutnya tetap penuh semangat.

Belajar – kuliah- dengan berorganisasi tidaklah semudah yang dibayangkan, karena dalam organisasi terdapat banyak karakter yang berada dialamya, selain itu setiap organisasi memiliki visi, misi serta ideologi yang harus di fahami oleh setiap anggota, sehingga konflik peran tidak jarang terjadi, seorang aktivis organ kemahasiswaan haruslah mampu untuk memnanagemen diri juga waktu antara kepentingan organisasi dengan kepentingan pribadi, karena diantara dua itu pastinya harus ada yang menjadi prioritas utama mana yang harus diselesaiakan terlebih dahulu. Seorang aktivis sejati ia pasti akan lebih memilih kepentingan organisasi karena itu menyagkut masa depan organisasi juga masa depan anggota yang bernaung didalamnya.

Ketika seseorang memilih untuk berorganisasi haruslah pandai-pandai dalam memilih sebuah organisasi kemana perjuangan organisasi tersebut, karena ketika kita tidak faham arah seta tujuan maka kita akan hanya menjadi anggota saja sehingga fasilitas yang ada dalam organisasi kurang mamapu untuk dimanfaatkan dengan maksimal, seorang anggota dutunt untuk mampu mengemban ideologi yang diperjuangkan oleh oraganisasi yang ia ikuti karena ketika seorang organisasi tidak memiliki ideologi perjuangan yang jelas maka kaderisasi yang ada didalamnya akan menjadi tidak jelas kemana anggota tersebut akan dibawa. Namun menjadi seorang aktivis organisasi bukanlah suatu hal yang sia-sia kerena ketika di lihat secara kasat mata seperti tidak ada keuntungan yang jelas dibandingkan dengan sambil bekerja, namun ketika kita benar-benar matang dlam berorganisasi maka akan banyak hal yang diperoleh, tidak sedikit orang yang suses diawali dengan berorganisasi, dibanding dengan dengan bekerja. Sehingga belajar – kuliah - dengan berorganisasi bukanlah pilihan yang salah tinggal kita mampu tidak untuk memaksimalkan dalam berproses.

0 komentar:

Poskan Komentar